Dutch online casino_Number of Texas Hold'em Poker_The only way to win baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bertaruh pada trik baccarat

Baccarat glassyBaccarat glassa, berpergian di malam hari seperti ini memang kamu tidak diharuskan laporan ke orangtua. Tapi, sebisa mungkin isilah dengan kegiatan yang positif dan pastinya bisa kamu pertanggungBaccarat glassjawabkan.

Menjalin pertemanan antarbudaya ini seakan membuatmu menjadi ahli budaya. Kamu bisa paham bahasa mereka, kebiasaan yang mereka lakukan, bahkan selera makanan orang dari daerah mereka. Tapi sih ada satu yang paling menguntungkan. Saat akan liburan ke suatu daerah, kamu nggak akan kesulitan mencari tempat menginap. Temanmu ada di seluruh Indonesia, sih!

Setelah berhasil masuk di jurusan yang diinginkan, nggak jarang kamu merasa kesulitan mengikuti pelajarannya. Ya, jurusan komunikasi, sastra, ataupun kesehatan gizi memang nggak semudah yang kamu bayangkan. Ada banyak materi kuliah penunjang yang wajib kamu pelajari. Sulit, namun justru itu yang membuat kuliah menjadi menarik.

Materi-materi penunjang yang kamu pelajari telah membuka pikiranmu dengan lebih luas. Jurusan pertanian yang kamu kira hanya belajar cara bercocok tanam, pupuk, dan hama saja, ternyata juga mempelajari cuaca dan jenis-jenis awan. Atau jurusan teknik industri yang ternyata juga mempelajari marketing dan manajemen. Materi-materi inilah yang seringnya kamu tunggu saat sudah jenuh dengan mata kuliah wajib. Pengetahuan baru yang diberikan nggak pernah gagal menarik perhatianmu dan membuat kuliahmu menjadi lebih berwarna.

Ingatkah kamu pada masa-masa awal Kuliah Kerja Nyata (KKN)? Kamu dan teman-teman yang selama ini hanya belajar di dalam kelas dititahkan universitas untuk terjun langsung ke masyarakat. Awalnya kamu pasti merasa kerepotan. Desa lokasi KKN-mu mungkin punya aliran listrik yang mati-padam, jaringan telekomunikasi yang payah, serta rumah dan kamar mandi yang membuatmu rindu kenyamanan kost di kota. Belum lagi, kamu kesulitan mengerti bahasa asli masyarakatnya. Fisikmu pun lelah diforsir mengikuti segala aktivitas penduduk desa dari pagi buta hingga larut malam.

Di kuliah, kamu nggak hanya bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia saja, tetapi juga orang-orang hebat di bidangmu yang selama ini kamu kagumi. Bahkan, nggak jarang kalau orang hebat itu adalah dosen mata kuliahmu sendiri.

Kalau bukan di waktu kuliah, mungkin traveling dadakan semacam ini nggak bisa kamu lakukan. Waktu SMA, libur hari Sabtu dan Minggu diisi dengan acara keluarga; saat bekerja nanti, Sabtu dan Minggu akan kamu manfaatkan untuk bermesraan dengan bantal dan kasur. Jadi, nggak heran ‘kan kalau masa kuliah itu menyenangkan? Soalnya, kamu bisa punya banyak waktu untuk jalan-jalan.

Kamu akhirnya bisa merasakan kehidupan di malam hari yang selama masa sekolah selalu terlewatkan. Jalan-jalan menikmati kota yang mulai sepi, menyantap kuliner langka yang hanya buka di malam hari, atau hanya sekadar duduk-duduk dan mengobrol santai bersama teman-teman di kedai kopi. Sederhana, namun ini adalah pengalaman yang pastinya tidak terlupakan bagi kamu yang dulu menghabiskan malam menonton sinetron di rumah.

Namun masa KKN ini tidak akan bisa kamu lupakan. Kamu akan selalu ingat ketika harus bangun pagi untuk bersih-bersih kandang ayam atau sapi, segera mandi supaya bisa mengajar di sekolah, memperbaiki papan penunjuk jalan desa dari siang hingga maghrib, sampai mengisi kolom-kolom formulir kerja yang tak terhitung banyaknya. Kamu akan selalu ingat cara tidurmu dan teman-teman satu rumah yang harus berdempet-dempetan seperti ikan sarden dalam kaleng. Kamu akan ingat suara anak-anak penduduk desa yang selalu semangat menyambutmu, selalu memanggil namamu. Selama KKN, kamu sebagai mahasiswalah yang seharusnya menyuluh para penduduk desa, namun justru para penduduk desa yang punya lebih banyak hal untuk diajarkan padamu. Dari KKN, kamu belajar: seberapa tinggipun pendidikanmu, yang terpenting adalah sikap rendah hati. Ilmu yang paling berguna adalah ilmu yang paling bisa membantu sesama.

Kamu yang selama ini wajib ada di rumah sebelum adzan maghrib berkumandang pasti punya kebahagiaan tersendiri saat berkuliah. Yap! Kamu akhirnya bisa mengatur jam malammu sendiri.

Kamu bisa belajar langsung bidang kuliahmu dari para ahli yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Belajar ekonomi langsung dari Pak Boediono, mendalami fotografi bersama dengan Arbain Rambey, atau merancang arsitektur bangunan langsung bersama Ridwan Kamil bukan lagi jadi angan-angan di siang bolong karena kamu sudah merasakannya sendiri. Berada di dalam satu ruangan dan berdiskusi langsung dengan mereka, wah, kurang menyenangkan apa dunia perkuliahan ini!

Waktu sekolah dulu, kita diharuskan untuk mempelajari berbagai mata pelajaran yang sebenarnya tidak kita sukai. Matematika, fisika, dan bahkan sejarah sering kita pelajari dengan sedikit rasa keterpaksaan. Nggak heran, saat dinyatakan lulus SMA, kamu pasti merasa seakan berhasil keluar dari penjara. Hehehe.

Waktu sekolah, padatnya jadwalmu sudah bisa mengalahkan orang kerja. Masuk jam 7 pagi dan pulang jam 3 di sore hari. Belum lagi kalau ada kegiatan ekstrakurikuler sesudah jam sekolah. Bisa-bisa kamu baru sampai rumah setelah adzan maghrib.

10 hal mungkin hanya sebagian kecil kebahagiaan yang kalian rasakan di perkuliahan. Pastinya masih banyak momen lain yang tidak bisa kamu lupakan. Coba kasih tahu ke Hipwee ya momen lain itu lewat kolom komentar di bawah