Penyebab Kasus Pemalsuan Produk Pangan dan Cara BPO「Basic Baccarat Play」M Mengatasinya

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bertaruh pada trik baccarat

DBasic Baccarat PlayapatBasic Baccarat Playkan informasi, inspirasi dan insiBasic Baccarat Playght di email kamBasic Baccarat Playu.

Daftarkan email

Ratna juga menuturkan bahwa pemalsuan produk pangan disebabkan oleh faktor ekonomi seseorang.

"Post market ini adalah untuk melihat konsistensi dari apa yang sudah diklaim dari pendaftar pada saat melakukan pendaftaran produknya," ujar Ratna.

"Kita melihat bahwa penipuan atau pemalsuan pangan ini bisa dilakukan untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomi, motivasinya adalah secara ekonomi," pungkasnya.

Baca juga:

Selanjutnya, BPOM akan melakukan pemeriksaan atau evaluasi post market.

Ada banyak bentuk pemalsuan produk pangan yang dilakukan oleh pelaku, seperti mengubah standar bahan baku, mengubah keterangan label, hingga benar-benar memalsukan suatu produk pangan.

Untuk mengatasi banyaknya kasus pemalsuan produk pangan, Ratna mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melakukan beberapa cara.

Evaluasi pre market dapat dilakukan dengan cara memeriksa sarana produksi, seperti bahan baku, bahan tambahan pangan, kode produksi, dan penyimpan produk pangan.

BPOM akan melihat apakah label dan komposisi produk pangan tersebut sudah sesuai dengan yang didaftarkan.

KOMPAS.com - Pemalsuan produk pangan banyak terjadi di dunia, termasuk Indonesia.

"Secara global terjadi peningkatan permintaan terhadap produk pangan sehingga memicu peningkatan kasus penipuan pangan," tutur Ratna.

"Tentunya sangat merugikan bagi produsen yang dipalsukan dan tentunya dari sisi konsumen akan sangat dirugikan," kata Executive Director of LPPOM MUI, Ir. Hj. Muti Arintawati, M.Si dalam webinar “Food Fraud Prevention, dari Izin Edar hingga Label Halal, Selasa (21/9/2021).

Baca juga:

Ada dua cara yang dilakukan oleh BPOM untuk melakukan pengawasan pemalsuan produk pangan, yaitu saat produk pangan mulai beredar (pre market) dan setelah produk pangan beredar luas (post market).

Sementara itu, Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan Bawan Pengawas Obat dan Makanan, Dra Ratna Irawati, Apt. M.Kes mengatakan, tingginya jumlah pemalsuan produk pangan disebabkan oleh jumlah supply dan demand yang tidak sesuai.