bet365 alternate URL_World Bookmaker Ranking_Betting app_Roulette Chart_BoB global sports betting platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bertaruh pada trik baccarat

Best online cBest online casinos in Indonesia 2021asinos in Indonesia 2021masBest online casinos in Indonesia 2021ih kicik/ Credit: jbryson on Deposit Photos

Ternyata walaBest online casinos in Indonesia 2021upun tergolong permainan yang sederhana namun ‘ciluk ba’ memiliki berbagai manfaat yang bisa didapatkan oleh si bayi lo. Bahkan permainan ini bisa juga digunakan untuk mendeteksi adanya potensi autisme pada si kecil. Nah, untuk mengetahui selengkapnya, simak penjelasan berikut ini yuk!

Permainan ini dilakukan dengan menutupi wajah menggunakan dua telapak tangan lalu membukanya ketika kata ‘ciluk’ sudah berubah menjadi ‘ba’. Kala itu biasanya bayi akan menunjukkan reaksi berupa tertawa atau paling tidak mengembangkan senyumnya. Dalam bahasa Inggris, permainan ini lebih dikenal dengan peek-a-boo. Ternyata tak hanya itu, beberapa negara memiliki kalimat beragam seperti inai ba di Jepang, gock um di Korea, kiekeboe di Belanda, cou cou di Perancis, dan masih banyak lainnya.

Mendeteksi autisme/ Credit: FamVeldman on Deposit Photos

Ternyata permainan yang kelihatannya sederhana bisa sebegitu kaya manfaatnya ya. Selain menggunakan tangan kosong, kamu juga bisa lo menggunakan bantuan benda-benda yang lain. Selain itu, saudara atau orang terdekat juga bisa diajak bergantian untuk melakukan hal ini bersama si kecil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Moms!

Kaya manfaat/ Credit: leungchopan on Deposit Photos

Ketika anak bayi sudah mulai memperhatikan ketika diajak berkomunikasi, maka salah satu cara kita untuk membuatnya tertarik adalah dengan mengajak bermain permainan paling simpel di dunia yaitu ‘ciluk ba‘. Uniknya, walaupun permainan ini dilakukan tanpa perlu alat dan nada nyanyian yang panjang, namun ternyata anak bayi bisa ikut antusias dalam mengikuti setiap gerakan yang dilakukan orang dewasa.

Deteksi autisme bisa dilakukan sejak bayi berusia 4 bulan dengan memonitor responsnya terhadap permainan seperti ciluk ba atau incy wincy spider. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Centre for Brain and Cognitive Development at Birkbeck, University of London, bayi yang didiagnosis dengan autism spectrum disorder (ASD) menunjukkan aktivitas otak yang lebih rendah dalam merespons orang yang bermain permainan sosial atau melihat orang lain tertawa, menangis, atau menguap. Mereka akan cenderung lebih reaktif terhadap sesuatu yang sifatnya non sosial. Dengan mengetahui hal ini lebih dini maka  si kecil bisa mendapatkan perawatan yang lebih efektif.

Seluruh dunia juga/ Credit: szefei on Deposit Photos

Dilansir dari What to Expect, usia terbaik untuk mengenalkan permainan ini ke bayi adalah saat ia masih berusia 4 sampai 5 bulan ia sudah mengembangkan kemampuan mengingat objek. Akan tetapi, permainan ini tetap bisa dilakukan sampai ia balita. Waktu terbaik untuk melakukan permainan  ini adalah ketika bayi sedang terjaga, cukup istirahat, dan sudah kenyang. Bayi juga mudah merasa kewalahan sehingga ketika ia sudah mulai menengok ke arah lain, kamu tak perlu memaksa namun bisa menghentikannya sementara.

Dilansir dari Parenting First Cry dan sumber lainnya, ternyata ada manfaat yang bisa didapatkan ketika bermain ciluk ba dengan si kecil yaitu: