Online Gaming Forum_Online Casino Baccarat_Football betting rules_World Bookmaker Ranking_Mobile lottery betting

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bertaruh pada trik baccarat
cannabis sativa) memang memiliki reputasi yang cukup buruk. Di banyak negara seperti di Indonesia, tanaman cannabis sativa adalah zat terlarang yang dikategorikan berbahaya karena efeknya yang memabukkan dan bikin kecanduan. Namun belakangan, semakin banyak negara yang melegalkan ganja untuk tujuan medis seperti negara tetangga kita Thailand.

Studi yang dilakukan oleh Kim Janda dari Scripps Research Institute yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics menemukan bahwa THC, yaitu bahan kimia aktif dalam ganja mampu memperlambat pembentukan plak amiloid dengan menghalangi enzim di otak yang membuatnya, seperti dilansir dari laman Liputan 6. Plak ini membunuh sel otak dan menyebabkan Alzheimer.

Dilansir dari laman Hello Sehat, penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal 1970-an menemukan bahwa  ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP) alias tekanan bola mata dengan glaukoma.  Tanaman ini juga mampu memperlambat proses terjadinya penyakit ini sekaligus mencegah kebutaan.

Bukti ini didapat dari sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco pada 2007 lalu. Selain itu, ganja juga terbukti mampu membantu melawan mual dan muntah akibat efek samping kemoterapi.

Walaupun banyak manfaatnya, penggunaan atau perizinan ganja untuk tujuan medis harus benar-benar diawasi dengan ketat. Jika tidak, risiko penyalahgunaan dosis maupun tujuan ganja ini bersifat layaknya narkoba. Jadi mungkin bukannya tidak memahami manfaat di atas, bisa jadi, negara-negara yang belum melegalkan ganja medis itu lebih khawatir tentang sistem pengawasannya.

Masalah yang bisa diatasi di antaranya ialah depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma. Namun, ganja ini bukan obat yang pas untuk masalah kejiwaan seperti bipolar dan psikosis. Pasalnya tanaman yang satu ini justru bisa memperparah gejala orang dengan gangguan bipolar.

Dalam sebuah penelitian di Virginia Commonwealth University, peneliti menemukan bahwa ganja bisa digunakan untuk menghentikan serangan epilepsi, melansir laman Merdeka.  Meski begitu, penelitian ini baru dilakukan pada hewan dan belum diujicobakan pada manusia.

Kapasitas paru ialah kemampuan paru untuk menampung udara ketika bernapas. Penelitian yang dilakukan  Journal of the American Medical Association menunjukan seorang yang mengonsumsi ganja dengan jumlah benar mengalami peningkatan kapasitas paru-paru yang cukup bagus. Tapi, jika dosis yang digunakan berlebihan kamu justru akan mengalami masalah di paru-paru lo!

Walaupun di Indonesia masih ilegal, ada baiknya kita pahami sebenarnya apa saja sih manfaat ganja dalam perspektif medis. Apakah manfaat dan kelebihannya dalam dunia kesehatan, sekiranya lebih penting daripada risiko kecanduan yang membuatnya masih ilegal di sejumlah negara kayak Indonesia? Cek sendiri deh ulasan Hipwee Tips kali ini~