Mengap「Gambling to make money」a Nyamuk Berdengung di Telinga Kita?

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bertaruh pada trik baccarat

NyamuGamGambGambling to make moneyling to make moneybling to make moneyk jantan biaGambling to make moneysanya menGambling to make moneycari makan dengan menyesap nektar bunga. Mereka tak peduli dengan manusia.

Saat nyamuk betina terbang menuju target, nyamuk akan mengepakkan sayapnya kira-kira 500 kali per detik pada frekuensi 450 hingga 500 hertz.

"Dari kejauhan, nyamuk betina memberi tanda pada karbon dioksida yang kita embuskan. Karbon dioksida ini merangsang nyamuk betina untuk mulai mencari inang, sehingga membuatnya terbang bolak balik mengikuti dari mana sumbernya," jelas Riehle.

Dengung yang Anda dengar, kemungkinan besar juga berasal dari nyamuk betina. Itu karena nyamuk jantan dan betina memiliki kehidupan yang sangat berbeda.

"Kulit Anda mengeluarkan campuran aroma unik yang akan menarik beberapa nyamuk," ungkap Riehle.

Sementara betina, perlu mencari makan darah setelah kawin agar memiliki energi yang cukup untuk menghasilkan telur.

Nyamuk betina lantas menggunakan sensor rasa di kakinya untuk menentukan apakah manusia atau hewan yang dihinggapinya cukup mengandung darah.

Gigitan nyamuk diketahui bisa menyebabkan beberapa penyakit. Belum lagi saat sedang terbang hendak menghisap darah kita, nyamuk akan berkeliaran mendengungkan suara di sekitar telinga yang cukup menganggu.

Nyamuk betina ini juga dilengkapi dengan alat unik untuk menemukan korban berikutnya.

Baca juga: Mengapa Nyamuk Tertarik pada Darah Manusia? Ilmuwan Jelaskan

Meski bagi manusia suara itu menganggu, dengungan itu ternyata penarik nyamuk jantan.

Sebelum menghisap mangsanya, nyamuk betina akan membidik panas tubuh dan karbon dioksida.

Dengan kata lain, nyamuk berdengung di sekitar kepala kita, karena di situlah kita mengeluarkan karbon dioksida paling banyak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

KOMPAS.com - Nyamuk menjadi serangga yang keberadaannya bisa dibilang menganggu kehidupan kita.

"Dengung di telinga Anda sebagian besar hanyalah efek samping dari kepakan sayap nyamuk. Suara tak memiliki jangkuan yang jauh, jadi Anda paling menyadarinya saat mereka terbang di sekitar telinga Anda," kata Michael Riehle, profesor entomologi di University of Arizona, seperti dikutip dari Live Science, Kamis, (3/6/2021).

Meski beberapa penelitian menyebut jika golongan darah O adalah mangsa terbaik, Riehle sendiri skeptis dengan hal itu. Ia percaya, bahwa faktor-faktor lain seperti genetika dan bahkan diet seseorang, memainkan peran yang lebih besar seberapa lezat darah orang itu.

Baca juga: Serangan Spesies Nyamuk Asia di Afrika Timur Berpotensi Memicu Lonjakan Kasus Malaria